“korban” lebih memilih obat yang mereka butuhkan atau politisasi istilah “kafirun”?
copaz,..
Terkait Bantuan Israel, MUI Sumbar Diprotes Liputan 6 – Minggu, November 1
Liputan6.com, Padang: Langkah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatra Barat yang menolak dan menyita bantuan dari Israel ternyata belum lama ini mendapat kecaman dari Himpunan Mahasiswa Islam. Menurut mereka, MUI tidak konsisten jika alasan penolakan bantuan untuk korban gempa itu didasarkan atas tindakan Israel yang membantai kaum muslim di Palestina. Sebab, seharusnya sikap itu juga ditunjukkan saat menerima bantuan dari Amerika Serikat, Jerman, dan Australia yang terlibat perang di Irak dan Afghanistan.
Israel menyumbang 19 kilogram bantuan obat-obatan bernilai Rp 5 miliar lebih untuk korban gempa Sumbar. Bantuan obat-obatan itu bukanlah produksi Israel tapi diproduksi oleh Belanda dan negara Eropa lainnya. Kedatangan bantuan tersebut difasilitasi oleh HMI cabang Padang yang kemudian langsung mendistribusikannya ke Rumah Sakit Umum Daerah Pariaman. Namun, tak sampai seminggu berada di rumah sakit dan belum sempat digunakan, MUI Sumbar menyita dan melarang obat tersebut digunakan [baca: MUI Sumbar Sita Bantuan dari Israel].
Tindakan MUI itu dikecam oleh HMI Padang. Menurut kelompok itu, pada Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, Indonesia dapat menerima bantuan dari negara internasional, termasuk Israel. Tak hanya itu, alasan MUI menolak bantuan tersebut juga terkesan mengada-ada dan dipolitisasi.
Menurut Riki Eka Putra, Instruktur Pengkaderan HMI Padang, seharusnya bantuan memang harus dilihat sebagai bantuan semata. Jika barang yang sangat dibutuhkan oleh korban gempa ini dipolitisasi, maka korban gempa jugalah yang akan menanggung akibatnya.(TES/ANS)
http://id.news.yahoo.com/lptn/20091101/tid-terkait-bantuan-israel-mui-sumbar-di-c237b35.html?printer=1
silahken tanggepannya,..
Ditanyakan oleh xXx
Jawaban terbaik mengenai pertanyaan ““korban” lebih memilih obat yang mereka butuhkan atau politisasi istilah “kafirun”?” :
Answer by -=_As_=-
kali ini saya mendukung tindakan HMI.
sifat dendam dan politik yg dilakukan MUI tidak mendapatkan nilai positif bagi korban gempa, bagi korban gempa mereka hanya membutuhkan bantuan obat-obatan diluar itu saat ini mereka tidak pedulikan.
Boro-boro mau mikir korban Palestina, wong diri sendiri aja lg kesusahan.
Ingin berkomentar tentang bahasan “”korban” lebih memilih obat yang mereka butuhkan atau politisasi istilah “kafirun”?” pada topik diatas ? Beri komentar anda!
Informasi Terkait :
Berita Terbaru :
Filed under: Sumatera | Tagged: atau, butuhkan, istilah, kafirun, Korban, lebih, memilih, mereka., obat, Politisasi

Tenang aja mas…Padang itu tidak kekurangan uang koq. Apalah artinya 5 Milyar dibandingkan dengan bantuan dalam negeri yang cukup meluber.
Menurut saya langkah yang MUI lakukan sudah tepat. Dalam artian kehati-hatian ini sangat beralasan mengingat Israel dalam membantai muslim di Palestina tidak mengenal belas kasihan.
Apakah kalian bersedia menerima bantuan dari orang yang telah membantai keluarga dan saudara kalian?
Terlebih lagi, Israel tidak perduli perihal keharaman atau kehalalan obat.
Begitulah opini saya
agama adalah biang kerok permasalahan dunia.
HAHAHAHAHAHAHAHA
MUI KAN TUHAN DIINDONESIA YANG BISA MENENTUKAN HARAM ATAU TIDAK ATAU BOLEH TIDAKNYA SESUATU
Wajarlah saja kalo MUI marah atas tindakan israel, dari dulu emang orang islam gak pernah suka sama israel, tapi terima sajalah, bantuanya, bukannya munafik. bantuannya itu tidak ada sangkut pautnya dengan penyerangan isael
hehehe
MUI sumbar…….. mulai kehilangan pikiran logisnya…
blunder….. dan ngga konsisiten….
bicara kemanusiaan….. baek korban maupun penyumbang…. jangan di liat identitasnya……
dahulukan kemanusiaan jangan…….EGO…!
BTW…… timur tengah…. nyumbang apa yah….?
hehehe
(berpikir jernih)
memang kumpulan orang aneh, lucu,…………arab pernah bantu ngak kok kita saja kesana plesir
Mungkinkah orang-orang yang membantai manusia, memberikan bantuan kemanusiaan ???
Siapakah sesungguhnya berpolitik ???
Bukankah itu suatu penghinaan kemanusiaan ???
Apakah Palestina berbeda dengan Padang ???
Demikianlah cara Kristen berkasih-sayang…..
kadang penderitaan itu bisa mengalahkan aqidah….loh….
Tindakan “bodoh” bangsa “terpilih”…. hehehe…
Padahal Israel sudah tahu bakalan ditentang….
Ups….. salah bukan bodoh! But Smart…..
Syalom
Nyatalah sekarang bahwa Tuhan mengijinkan bencana terjadi supaya manusia bisa berdamai satu sama lain. Masih banyak orang yang tidak menyukai perdamaian. Bukankah damai itu indah?
orang londo juga dulu begitu kok, datang sebagai pedagang yang baik, lalu keluar tajinya sebagai pemonopoli, akhirnya keluar belangnya jadi penjajah.
apalah artinya Rp 5 milyar, kalau maksud udang dibalik bakwannya jauh lebih besar dari 5 milyar perak?
mungkin akan jauh lebih berarti kalau korban gempa itu diberi indomie dan alkitab berbahasa padang.
lemah dan tak berdaya belum tentu menerima tangan siapapun.
Kebaikan dibalas keburukan..
Ego agama menghalangi esensi agama..
Buat apa beragama jika malah semakin membenci orang lain?
MUI sudah ga obyektif lagi sekarang HMI jadi bijaksana…!!
Orang buta yang melihat lebih baik daripada orang melihat yang buta.
Kadang kadang orang tersandung oleh kebenaran, namun kebanyakan dari mereka bangun dan bergegas pergi seolah olah tidak terjadi apa apa.
Kebaikan adalah bahasa yang dapat di lihat orang buta dan dapat didengar orang Tuli.
Kebaikan itu adalah bahsa Universal yang di pahami semua orang baik dari golongan, status serta kedudukan apapun.
Roma 8 : 28
Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi DIA yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
karena kalo bantuan diterima, akan kamu gunakan sebagai bahan hinaan juga..
Picik !!
Fanatik buta
Dendam tapi membuat kemanusiaan hilang demi gengsi JAIM
seharusnya MUI sadari pertolongan itu jangan karena lihat negaranya tapi lihat gunanya dari sebuah kiriman yang di butuhkan SUMBAR.
SUMBAR ga butuh JAIM MUI dan komentar MUI tapi butuh siapa yang mau membantu.