kenapa natal selalu identik dengan santa klaus atau salju,sedangkan di tempat Yesus lahir kan di padang pasir?
Ditanyakan oleh citra
Jawaban terbaik mengenai pertanyaan “kenapa natal selalu identik dengan santa klaus atau salju,sedangkan di tempat Yesus lahir kan di padang pasir?” :
Answer by Ayame
Itu budaya barat, bukan bagian dari agama. Ibaratnya kalau lebaran ada ketupat, yang nggak ada di arab.
Berikan jawaban anda bila anda mengetahui tentang “kenapa natal selalu identik dengan santa klaus atau salju,sedangkan di tempat Yesus lahir kan di padang pasir?” .
Related Articles
Informasi Terkait :
Berita Terbaru :
Filed under: Sumatera | Tagged: atau, dengan, identik, kenapa, klaus, Lahir, Natal, padang......., pasir, saljusedangkan, Santa, Selalu, Tempat, Yesus
Kristen brkembg pesat d’eropa.
Jd tiap kali natal dtg sllu dsertai musim salju.
Jd org” dseluruh dunia ngambl kesimpulan gth
kan gini ceritax….
yesuskan orang yg lahir di bethelem yg daerhx gersang gituu.
sedangkan di bagian eropa dan amerika yg mayoritas kristen daerahx pas natalan
bercuaca saju jikalau bulan2 akhir..
nahh sebenarx santa klaus itu adalah yesus yg berjaket krn tdk mungkin ia make baju minim didaerah sedingin ituu.
jd kesimpulanx
santa klaus adalah yesus…yg berjaket
MO nambahin….
kan lahirnya ISA dibawah pohon KURMA bukan dibawah pohon CEMARA…..
Menurut legenda Sinterklaas berasal dari St. Nicholas, karenanya Sinterklaas juga disebut St. Nicholas, oleh karena kisah-kisah ini sebagian besar mengobarkan semangat Kristen, tempat asal, alur cerita kebanyakan telah dilupakan, namun Sinterklaas malah kekal abadi di dalam dunia rohani banyak orang. Setiap tahun pada hari Natal, Sinterklaas menunggang di atas konstelasi Aries, bocah suci memegangi pohon cemara (pohon Natal) turun ke dunia manusia, namun seiring dengan perubahan kehidupan manusia, pengarang dan seniman mulai melukiskan Sinterklaas menjadi wujud Sinterklaas berbusana merah dan berjanggut putih yang kita kenal sekarang.
Bersamaan itu juga terdapat penjelasan yang berbeda terhadap negara dan budaya yang berbeda. Asal-usul Sinterklaas di Jerman berdasarkan pada cerita Dewa Woden (dari sini juga muncul istilah ‘Wodenesday’ atau hari Woden, di mana kita menyebutnya Wednesday (hari Rabu). Woden penting bagi para penduduk di tempat yang sekarang kita kenal sebagai Jerman dan orang-orang Teuton kuno, di samping orang-orang Inggris. Woden, yaitu seorang tokoh di dalam sejarah, digambarkan di dalam mitologi sebagai menunggang kuda putihnya melalui udara, dengan berpakaian jubah yang berjela-jela. Dia mempunyai janggut putih yang panjang dan topi yang besar kerana dia juga dipercayai mempunyai kebijaksanaan, dan dia membawa sebuah buku di dalam tangannya.
Sinterklaas ini merias diri menjadi orang suci yang meletakkan buah berkulit keras dan apel di dalam sepatu anak-anak. Ia mengendarai kereta kuda beroda dua keliling di segala penjuru, mengamati sikap dan perilaku orang-orang, terutama anak-anak, apabila memperlihatkan perilaku yang baik, akan mendapatkan hadiah berupa buah apel, buah berkulit keras, permen dan sejumlah besar hadiah lainnya. Sedangkan anak yang buruk perilakunya hanya akan mendapatkan cambuk. Inilah yang mengilhami orang tua untuk menggunakan legenda tersebut sebagai pendorong semangat anak-anak.
Di Italia, tokoh Sinterklaas muncul dari cerita mengenai seorang nenek sihir yang bernama Befana. Ia mendapatkan tugas dari malaikat untuk memberikan hadiah kepada Tuhan Yesus pada saat Yesus dilahirkan, seperti juga orang Majus, tetapi karena kelalaiannya ia datang terlambat. Oleh sebab itu Befana mendapat hukuman tiap tahun sebelum kelahiran Yesus, ia harus memberikan hadiah sebanyak mungkin kepada anak-anak kecil yang tidak mampu. Kepercayaan ini dianut oleh banyak orang, sehingga pemuka agama di Italia mengambil keputusan agar kepercayaan ini dialihkan ke Sinterklaas. Inilah awal dari kepercayaan bahwa Sinterklaas selalu memberi hadiah kepada anak-anak.
Di negeri Belanda, Santa Klaus dikenali sebagai Sinterklaas. Sinterklaas adalah seorang bisop yang memakai penutup kepala dan mempunyai sebuah buku yang mencatatkan perbuatan baik dan dosa. Dia mempunyai tongkat gembala dan menunggang seekor kuda putih di atas bumbung-bumbung rumah. Sinterklaas mempunyai seorang hamba bernama Black Peter. Di Belanda, anak-anak menyanyikan lagu-lagu di sekitar cerobong kepada Sinterklaas. Black Peter mendengar di atas cerobong itu untuk menentukan sama ada anak-anak itu menyanyikan lagu-lagu yang betul dan menyediakan pemberian-pemberian yang sesuai kepada kuda Sinterklaas, yaitu Karot dan Jerami. Hadiah-hadiah kemudian diberikan kepada anak-anak itu melalui cerobong tersebut.
Ketika kaum kolonialis Belanda tiba di benua Amerika, mereka juga membawa serta uskup Sinterklaas mereka, digambarkan mengenakan kasaya merah, dan mengendarai seekor kuda putih. Figur Sinterklaas Amerika belakangan berangsur-angsur menjadi sebuah Sinterklaas bijaksana. Awalnya, penulis Amerika yaitu Washington Owen dalam drama komedinya (Sejarah New York) melukiskan Sinterklaas sebagai seorang kakek Belanda yang gemuk dan bundar. Tahun 1823, penyair Clement Moore dalam sajak dan lagunya “Kesan St.Nicholas” mendramakan figur Saint Nicholas, itulah kakek Natal (Sinterklaas). Pada tahun 1960-an produser film kartun Thomas Nash melukis seorang kakek Natal (Sinterklaas) yang ramah-tamah dan gemuk sebagai ilustrasi. Seiring dengan berlalunya waktu, figur Sinterklaas menyebar ke seluruh pelosok dunia. Sejumlah besar negara juga menyimpan legenda yang berhubungan dengannya. Sinterklaas dari Perancis bernama Father Christmas atau Pere Noel, Sinterklass dari Swiss bernama Christkindl atau Christ Child, dan Sinterklaas dari Inggris namanya sama dengan Perancis yaitu Father Christmas, figurnya lebih khidmat dibandingkan dengan Sinterklaas lainnya, sedikit lebih kurus. Dan Sinterklaas dari Amerika Utara adalah mengendarai rusa salju yang menarik kereta luncur membagi-bagikan hadiah.
Budaya barat yang nggak jadi bagian dari agama. Tapi memang dongeng itu mengandung nilai2 yang kristiani. Santa klaus adalah sosok yang tidak mementingkan diri sendiri dan selalu berusaha menyenangkan anak2. Salju ada karena santa klaus dikisahkan tinggal di daerah kutub, dan waktu dia membagikan kado ke anak2 di eropa, sedang musim salju. Di Indonesia, nilai yang diambil adalah supaya di hari natal kita juga berbagi kasih dan berkat dengan orang lain. Tapi ini hanyalah salah satu cara sebagian orang mengajarkan kebaikan kepada anak2. Bagi orang dewasa, fokus utama tetap Tuhan Yesus yang lahir dalam kesederhanaan. Di gereja, khotbah natal adalah tentang Yesus, sedangkan santa klaus tidak disebut2.
Santa Klaus itu dongeng, Yesus itu fakta.
Oya guys, Santa Klaus itu bukan Yesus.
secara bu ya nggak mungkin kan pohon kurma dihias2 pake lampu2 gt…
jadinya ya pake cemara
gt aja sih..
saya juga gak tahu tuh kenapa koq bisa ada santa klaus..mang dia siapa ya…
soalnya perayaan natal pertama kali dimulai di wilayah eropa….
as you know, 25 december di sana itu lagi musim winter…. makanya identik dengan salju
nah, terus di negara italia pernah ada uskup namanya Nikolas. dia tu pernah membuat sejenis ‘mukjizat’ on christmas eve. people who believed it selalu menunggu kedatangan Santo Nikolas (biasa juga disebut Santa Klaus==>bahasa Belanda)
that’s why….
coba lu tanya ama pendeta jgn Pendeta pendetaan,skrg byk pendeta palsu alias mencari materi aja,Tuhan Yesus Lahir dikandang Domba untuk lahir kembali menyelamatkan manusia yg berdosa tp umatnya semakin hari semakin membuat dosa,kasihan Tuhan Yesus memikul Salib itu.
hanya penggembira waktu merayakan natal
Santa Klaus adalah dongeng yg terpopuler di seluruh dunia sehingga dihari natal anda akan menemukan Orang tua, jenggot putih panjang, baju merah menyala, topi merah menyala berserakan mulai dari mall sampai ke Kafe, bar, pelayan bank…..Begitu dahsyat dongeng ini sehingga menginspirasi banyak nyanyi indah, lukisan dan syair. Di ceritakan Santa Klaus ini rumahnya dikutub berkereta salju, ditarik terbang oleh rusa kutub. Di malam natal berkeliling keseluruh dunia , turun melalui cerobong asap, memasukkan hadiah kedalam kaus kaki yg sudah dipersiapkan oleh anak-anak menjelang tidurnya. Tetapi ada Piet Hitam yg siap membawa anak-anak nakal. Sayangnya di Indonesia nggak ada cerobong asap, mungkin Santa Klaus lewat pintu depan rumah saja. Umumnya umat Kristiani tahunya dongeng bila mereka sudah dewasa, kalau anak kecil menganggapnya Santa Klaus itu benaran ada sepanjang masa. Saya waktu kecil juga kepingin menaruh kaus kaki di dapur malam natal.
Apakah ada yg salah ? Nggak ada karena manusia itu sangat terpengaruh dg tradisi yg diterimanya sejak kecil. Dan adanya Santa Klaus kan merupakan peluang ekonomi so boleh-boleh saja.
buaya darat…eh….budaya barat!!
ada buku yang mengatakan begini,
dulu ada orang suci, namanya Nikolas. Uskup dari Myra…..pada abad 4 masehi….
nah, dia tu bener” baek, sampe waktu meninggal, dia dinobatkan jadi Santo…yang diperingati tiap 6 des..
dia jadi terkenal, dan dijadikan santo pelindung di banyak gereja…
terus abad 17, di belanda ada Santo Nikolas yang terkenal juga,,, sebagai pelindung anak”
nah, akhirnya tambah terkenal…apalagi tiap 6 desember!
kan basa inggrisnya Santo Nicholas, tapi sama org’ belanda jadi Sinter Claas, pemendekan dari “Sanct Herr Nicholaas”
tahun 1809 ada cerita ttg st.nikolas,,
tahun 1823 Clement C.Moore menulis puisi ttg The night before Christmas
yang nyeritain ttg ada St Nikolas ato Siterklas yang dtg waktu natal n bagiin hadiah ke anak”
pake kereta salju dengan 8 rusa kutub(pertama kali St.Nicholas disangkut pautkan ma natal)
tahun 1863-1887
Thomas Nest menggambarkan sinterklas tu bulat, tambunm dn punya pabrik mainan di kutub utara dng peri” lucu” n baek hati
dekade kedua tahun 1900-an
haddom Sundblom menggambarkan sinterklas pake baju merah, bulu” n topi ada buletannya itu
terus suka bilang, “hohoho! Merry Christmas!”
getoo deh..jadi tepat kklo Sinter klaas hadir di malam natal, karena akan lahir seorang bayi juru selamat yang akan korbankan nyawanya bwat keselamatan umat manusia…
jadi mestinya kita ga usah berharap mendapat hadiah sebanyak”nya dari sinterklas modern yang MANGKAL di toserba”
justru kita harus memberi seperti yg dilakukan St. Nicholas…
Kalo masalah saljunya …sama padang pasir…itu tadi…karena karangan para seniman”
yang menarik itu sejarahnya pohon natal de el el…waa..whaaaa
karena itu budaya setempat di eropa
Org indo ya ga penting juga ikut2an… tapi kl mau juga gpp..
Yang penting Joy of GOD’s plan waktu natal kita rasakan…