Kemudi Cinta ini dapat kah dimaknai sobat sekalian,dan berikan keritikannya selalu kutunggu?
Kemudi Cinta
Irama palu bertalu-talu
Gergaji membias dalam rasa
Menderu laksan gelombang electro magnetik
Memercik bunga api dikumparan listrik cinta
Akan pahatan menggores dinding tembaga
Baut-baut merekat erat oleh uliran cinta
Menyatu dalam pijaran lampu las
Menerangi jiwa yang terbalut rasa
Kerinduan mengalir begitu dasyat
Dalam aliran listrik setatis jiwa
Mengulum semua asa
Kenikmatan irama pahatan palu raga
Merangkai hitungan keseimbangan
Kemudi pedal gas hidrolik raga
Meluluhlantakan sekru-sekrup kepuasan
Semua telah terasa keindahan nya
Putra Lampung
270809
@ Kiky boleh tuh masih membutuh kan kariawan hehehehehe
@mas abod, ikutan aja asik tau, merengkuh semua kenikmatannya
hehehehehehehehe
@ Non rini makasih mau menyulam busana untuk ku wkwkwkwkkk
@Mbk nur makasih, ya begitulah baut menyatu dengan kehidupanku heheheheh
@ Mbk Mosi, betul ga akan berpisah lagi
@ sobat Sar boah, makasih, tapi aku ga ngikutin tuh istilah nya gita gutawa,
soal nya ini kar yaku waktu aku masih di Stm dulu waktu tahun 2000, yang ku per barui tahun ini, maaf bilan kurang ber kenan, soal nya gita gutawa belum bikin istilah yang kumuat itu, salam
Ditanyakan oleh Putra Lampung
Jawaban terbaik mengenai pertanyaan “Kemudi Cinta ini dapat kah dimaknai sobat sekalian,dan berikan keritikannya selalu kutunggu?” :
Answer by az_zky
Hm, blh daftar jadi montir ga? hehe..
Salam dariku.
Berikan komentar anda tentang “Kemudi Cinta ini dapat kah dimaknai sobat sekalian,dan berikan keritikannya selalu kutunggu?” yang dibahas diatas.
Related Articles
Informasi Terkait :
Berita Terbaru :
Filed under: Sumatera | Tagged: berikan, cinta, dapat, DIMAKNAI, Kemudi, keritikannya, kutunggu, sekaliandan, Selalu, sobat

Dan kemudian..
selesai merakit rangkaian
jadilah sebentuk robot cinta
yang siap mencari mangsa
jelajah setiap wilayah maya
mencari siapa korban berikutnya
hwa ha ha ha ha
gak ikutan aaah….
salamku
MasAbodDoLAH
seandainya saja,
aku sekokoh perkiraanmu
namun aku begitu lemah
menyulam yang aku sanggup
kan kusulam baut-baut, tembaga-tembaga
dengan kelembutan, meski tak punya mesin bubut
kuronce pijaran-pijaran lampu las
walau terlihat keras
keringat akan ku peras
ku harap jadi bunga-bunga kertas
ku harap kemudiku,
meliuk-liuk, bersama ujung jarum tajam
yang semakin liar keluar masuk
pada kain “calon busanamu”
=========================
embuh ra weruh
pokok nulis
asal wong lampung menyukai
hhhmmmm……
mentang mentang mekanik puisinya jadi begini nih
pakai baut segala…
walah …tapi keren juga kok
hehehe…..
salam penuh cinta
moshimoshi
maka,
ion positif dan negatifpun bersatu
lalu membentuk 2 keping hati
yang takkan terlepas lagi…
moshirini
maaf ya sebelumnya,puisinya bagus tapi ko kata-katanya kaya ngikutin bahasanya gita gutawabanyak istilah-istilah.coba buat puisi dari bahasa hati
Irama menggoda .. trcium semerbak dari langkah tsb ..
Salam Singkat Sobat