Gempa Padang.., apakah Allah murka ?.?.?
sebulan lalu pada bulan Ramadhan terjadi gempa di Jawa Barat
gempa tersebut terbilang unik karena tergolong tidak terlampau besar tapi mempunyai jangkauan yang luas
…dan korban jiwa berjatuhan..
dan gue pernah posting tentang kaitan gempa tersebut dan peringatan Allah..
http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Ah2mgKsR0Z4MW56Ng8zasPahRAx.;_ylv=3?qid=20090902184652AAY2P7o
dan setelah Ramadhan selesai tiba2 Allah mengirim gempa yang jauh lebih dasyat.., kemungkinan bisa ribuan nyawa melayang.., hampir seisi kota Padang hancur.., kayaknya butuh duit dan waktu yang lama untuk membangun kembali..
mungkin banyak yang mengatakan gempa adalah gejala alam biasa yang gak bisa dihindari..
ini kolom agama kan..?
ok kita bicara masalah agama..
andaikan semua teknologi gak ada.., sehingga orang di Sumatera gak tau kalo di Jawa ada gempa, di Samoa ada tsunami.., trus tiba2 Padang dihajar gempa.., sebagai orang beragama.., kira2 mereka anggap itu suatu tanda bahwa Allah murka atau bukan ?
ingat di kitab Perjanjian Lama atau di al-Quran.., mereka percaya betul bahwa sesuatu gejala alam yang menyengsarakan umat manusia artinya Allah lagi murka..
gue Darwinism , segala sesuatu pasti gue pikirkan dari sisi science.., tapi gue juga takut Tuhan..
semalaman gue nonton TV melihat ibu muda warga kota Padang yang kehilangan dua anak sekaligus (meninggal) dan kehilangan keluarga yang lain.., sedangkan dia sendiri masih berada jauh dari Padang dan gak bisa pulang karena ga ada tiket.., gue sangat terharu
..kalian gimana..? apakah menganggap gempa tersebut hanya fenomena alam biasa ?
salam – wcw
.
Ditanyakan oleh WCW
Jawaban terbaik mengenai pertanyaan “Gempa Padang.., apakah Allah murka ?.?.?” :
Answer by Dracontra
Semua yang terjadi di dunia ini terlebih terhadap kejadian alam, pastinya ada campur tangan Allah SWT di dalamnya.
Entah itu kejadian alam yang baik atau pun kejadian alam yang buruk (bencana alam). Semuanya memiliki maksud, dan hanya bisa diambil hikmahnya oleh orang-orang yang mau berpikir.
Ingin berkomentar tentang bahasan “Gempa Padang.., apakah Allah murka ?.?.?” pada topik diatas ? Beri komentar anda!
Informasi Terkait :
Berita Terbaru :
Filed under: Sumatera | Tagged: Allah, apakah, Gempa, murka, padang.......
Semua ini adalah bencana.
Allah SWT memberi musibah terus-terusan kepada kita orang Indonesia yang mayoritas Muslim. Kita hidup di dunia ini hanya sementara dan ini menjadi ujian buat kita. Akhiratlah sebenar-benarnya kehidupan di sana kita akan hidup kekal selamanya.
Buat yang selamat dari musibah akan menjadi ujian kesabaran mereka.
Buat yang tidak terkena musibah akan menjadi ujian. Apakah kita peduli kepada mereka dan menjadi ladang amal kita
Jelas itu sebuah peringatan. Tergantung manusia yang merasakan kejadian tersebut. Misalnya dalam kejadian gempa kemarin, ada seorang yang suka judi dan tidak pernah sholat, kehilangan semua anggota keluarganya. Nah kalau Allah berkehendak sudah pasti kan si orang tersebut merasakan ini sebagai teguran karena banyak melakukan dosa. Malah ada juga yang mungkin ini menganggap kejadian biasa saja.
Philipine banjir, samoa tsunami, Indonesia gempa
Allah murka,…… siapa yang diperingatkan
Perang adalah scenario alam untuk menjaga kesimbangan populasi manusia dari masa ke masa
Ketika perang mulai berkurang dan kedamaian menyebabkan populasi tidak terbendung,
Maka bumi sendiri yang mengatur keseimbangan populasi manusia dan akan mengambil sebagian dari kehidupan manusia lainnya.
Namun demikian hanya Tuhan yang tau,…
Simple aja. Allah ga pernah murka pada umatnya, Dia maha pemurah, penyayang dan pengampun. Segala musibah yag dia berikan pada seseorang atau kaum bukan berarti Dia murka tapi sifatnya hanya mengingatkan untuk segera kembali mengingatNya atau mengadah kepadanya. untuk gampangnya bisa diilustrasikan seperti ini
Ada seoranga orang pekerja bangunan yg mengerjakan gedung di lantai 10. ketika membutuhkan sesuatu dengan temannya di bawah, orang itu mencoba untuk memanggil temannya tersebut, tapi tidak berhasil. kemudian dia melempar uang koin kepada temannya itu, berharap temannya menengok keatas, tetapi setelah uang itu jatuh di depannya, temannya malah mengambil uang itu dan menyimpannya di saku dan kembali beraktivitas. akhirnya dia melempar sebuah batu kecil kepada temannya dan jatuh tepat didepannya. dan temannya langsung menoleh ke arah temannya diatas.
Mengapa temannya langsung menoleh, padahal batu itu tidak mengenainya. karena temannya pasti akan berpikir, siapa yg melempar batu ini, dan apa jadinya jika mengenai dirinya.
Dari hal ini bisa ditarik kesimpulan, untuk membuat orang menoleh ke atas, diperlukan suatu musibah baik yg langsung mengenai dirinya ataupun yag tidak. Jadi bukan karena Murka. Hanya saja kadang manusia tidak pernah menelaah lebih jauh dari suatu musibah, dan selalu bersikap putus asa, balik badan dan mundur dari suatu musibah yg dihadapinya
Murka adalah sifat buruk. Dan Allah tidak mempunya sifat yang buruk. Jadi Allah tidak pernah murka terhadap apa yg terjadi dan dialami oleh kita sebagai umat Muslim.
Gempa dan bencana alam lainnya adalah fenomena alam. Dan itu juga adalah sebagai peringatan bagi kita agar selalu tawakal, bersyukur dan ingat kepada Allah
jangan putus berdoa dan mengerjakan sholat wajib 5 waktu…krn hanya itu yang menuntun kita menuju Rahmat-Nya….Amin…
gempa, tsunami, taifun mmg gejala alam yg sudah “biasa” sering terjadi sejak jaman baheuuullaaaaa, pgeseran2 bumi, perubahan alam dan gejala alam entah dari bumi, dalam bumi ataw dari luar angkasa skalipun sudah sering tjdi dan ‘biasa’. tapi aq yakin om @WCW, semuanya itu tidak lebih dari izin ALlah. Allah pny alasan sendiri knapa waktu itu ada meteor yg mpe bqin dino musnah, knapa ada ice age, knapa ada tsunami, dll. Bumi udah tua om…manusia udah kembali ke peradaban primitif …g da rasa kmnusiaan dan sgt biadab wajar klo dunia bgetar dan menggeliat. aq pnh posting kan ttg siklus pputaran. yah, aq pcya tiap bncana itu ada maksud Tuhan entah sbgai hadiah, cobaan, atau teguran.
Allah sdg mcoba bbicara dg manusia lwt alam … tnggl qta aja…ngerty ga..ndablek ga?klo itu cm fenomena alam biasa, manusia bakal mudah mprediksi calon2 bencana laen. alam bkrja dg izin Allah.
saya masih percaya pada Firman TUHAN.
Mazmur
(60-3) Ya Tuhan, Engkau telah membuang kami, menembus pertahanan kami; Engkau telah murka; pulihkanlah kami!
60:2 (60-4) Engkau telah menggoncangkan bumi dan membelahnya; perbaikilah retak-retaknya, sebab bumi telah goyang.
60:3 (60-5) Engkau telah membuat umat-Mu mengalami penderitaan yang berat, Engkau telah memberi kami minum anggur yang memusingkan.
60:4 (60-6) Kepada mereka yang takut kepada-Mu telah Kauberikan panji-panji, tanda untuk berlindung terhadap panah. Sela
60:5 (60-7) Supaya terluput orang-orang yang Kaucintai, berikanlah keselamatan dengan tangan kanan-Mu dan jawablah kami!
91:1. Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa
91:2 akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Tuhanku, yang kupercayai.”
91:3 Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk.
91:4 Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.
91:5 Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang,
91:6 terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.
91:7 Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.
91:8 Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik.
91:9. Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu,
91:10 malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu;
91:11 sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.
91:12 Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.
91:13 Singa dan ular tedung akan kaulangkahi, engkau akan menginjak anak singa dan ular naga.
91:14 “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.
91:15 Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.
91:16 Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.”
Bisa karena musibah, bisa juga karena murka Allah kita tidak bisa mendeteksi kehendak Allah ( Wallohualam )
sebagai manusia harus bisa instrospeksi dan manusia hanya mahluk rendah di hadapan Allah jadi jangan takabur dan menyombongkan diri dengan ilmu darwinsnya.Tidak ada manusia satupun yang bisa menyamakan kehebatan Allah.
Jika HATI sejernih AIR, jangan biarkan dia keruh,
Jika HATI seputih AWAN, jangan biarkan dia mendung,
Jika HATI seindah BULAN, hiasi dia dengan IMAN.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 H
Minal Aidin Wal Faidzin Taqabalallahu minnaa wa minkum
Apa saja ni’mat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi. [Annisaa:79]
Setahu saya allah tidak murka,
gempa akan terjadi dengan ada atau tidak adanya orang di padang itu ..
bagi orang2 yang mengalami atau tidak terkena dampaknya harusnya dapat melihat setitik dari kekuatan yang ada diluar kekuasaan manusia itu..
Bisa jadi hal itu benar Peringatan saja : sebab musibah ada terjadi untuk ujian atau peringatan, salah satu cara Allah Jalalluhu mengambil apa yg dimilikinya dan dalam kuasanya (nyawa/ruh).
Musibah Gempa bumi menjadi ujian atau peringatan adalah bergantung amal individunya (tuk yg masih hidup) bg yg mati dia telah menemui apa yg dibuatnya selagi didunia (selesai seluruh amalannya dan saat menuai amalnya dan mendapatkan manfaat dr sesuatu yg diijinkan memberi manfaat padanya).
“”Segala sesuatu di semesta alam ada dalam ilmu Allah Jalalluhu,tak terkecuali gerak magma, lempeng bumi, air laut, siapa yg meninggal, luka, selamat harta dan nyawa.
Salah seorang Almarhum Guru pamanku (smg Allah memberikan tempat yg mulia bagi dia) pun tak bisa lari dari ketetapan kematiannya padahal ilmunya tinggi (Dia mampu berada di suatu tempat + 350 KM jauhnya ditempuhnya dalam waktu berjalan antara ruang tamu dan kamarnya saja)”".
Sudah sepatutnya bagi seorang Muslim menghisab amalnya dan memohon ampun atas kesalahannya.
“Dan sesungguhnya kami timpakan adzab yg kecil (dekat) kpd mereka sebelum adzab yg besar, mudah-mudahan(agar) mereka kembali” QS.31
InnaliLLahi wa inna ilaiHi rojiuun
Saya Turut berbela sungkawa atas musibah tersebut, semoga diberi ketabahan bagi para korban dan keluarganya dalam menghadapinya amiin.
Bro @WCW…..
Jujur….saya agak bingung kalau setiap malapetaka yang menimpa manusia penyebabnya adalah Allah……apakah kerjaan Allah hanya memberkati yang saleh….menghukum yang fasik…?
Bro….coba kita simak;
Ayub
1:17 Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: “Orang-orang Kasdim membentuk tiga pasukan, lalu menyerbu unta-unta dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan.”
Kemampuan iblis merasuk sekelompok orang bahkan pasukan utk melakukan perampokan dan pembunuhan.
1:18 Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: “Anak-anak tuan yang lelaki dan yang perempuan sedang makan-makan dan minum anggur di rumah saudara mereka yang sulung,
1:19 maka tiba-tiba angin ribut bertiup dari seberang padang gurun; rumah itu dilandanya pada empat penjurunya dan roboh menimpa orang-orang muda itu, sehingga mereka mati. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan.”
Kemampuan iblis mendatangkan malapetaka menggunakan kekuatan alam………!
Hal ini bisa terjadi bila TUHAN berpaling dari tempat itu.
Itulah sebabnya setiap umat Kristen wajib mendoakan Kota dimana ia berdomisili, mendoakan pemerintah agar mereka bertindak dengan bijak dalam melaksanakan tugas.
Mendoakan para pemimpin agama agar memiliki kuasa (wibawa Allah) untuk mengayomi umat utk hidup penuh ketaatan dan mengasihi TUHAN.
JBU.
bumi ini memang sudah tua dan Firman Allah harus digenapi, yg jelas sekarang pelu uluran tangan utk membantu mereka
Gempa Bumi
1. Pulau-pulau dan gunung-gunung tidak terkecuali dari-Gempa Bumi.
#/TB Mazm 114:4-6; Wahy 6:14; 16:18,20
2. Sering disertai dengan:
2.1 Terbelahnya tanah.
#/TB Bil 16:31,32
2.2 Gelombang dan ombak laut.
#/TB 2Sam 22:8,16; Mazm 18:8,16; 46:4
2.3 Goncangan-goncangan gunung.
#/TB Mazm 46:3; Za 14:4
2.4 Letusan gunung api.
#/TB Mazm 104:32; Nah 1:5
2.5 Bukit-bukit batu terbelah.
#/TB Mat 27:51
3. Menyatakan:
3.1 Kuasa Allah.
#/TB Ayub 9:6; Ibr 12:26
3.2 Hadirat Allah.
#/TB Mazm 68:8,9; 114:7
3.3 Murka Allah.
#/TB Mazm 18:8; 60:4; Yes 13:13
4. Manusia selalu takut-Gempa Bumi.
#/TB Bil 16:34; Za 14:5; Mat 27:54; Wahy 11:13
5. Yang disebut di dalam firman Tuhan:
5.1 Di gunung Sinai.
#/TB Kel 19:18
5.2 Di padang gurun.
#/TB Bil 16:31,32
5.3 Di benteng-benteng orang Filistin.
#/TB 1Sam 14:15
5.4 Pada waktu Elia melarikan diri dari Izebel.
#/TB 1Raj 19:11
5.5 Dalam pemerintahan raja Uzia.
#/TB Am 1:1; Za 14:5
5.6 Pada waktu Tuhan Yesus mati.
#/TB Mat 27:51
5.7 Pada waktu kebangkitan Tuhan Yesus.
#/TB Mat 28:2
5.8 Di Filipi.
#/TB Kis 16:26
6. Nubuat tentang-Gempa Bumi pada waktu Kristus kali yang kedua.
#/TB Za 14:4
7. Sebelum kebinasaan Yerusalem-Gempa Bumi telah dinubuatkan.
#/TB Mat 24:7; Luk 21:11
8. Melukiskan:
8.1 Hukuman Allah.
#/TB Yes 24:19,20; 29:6; Yer 4:24; Wahy 8:5
8.2 Runtuhnya kerajaan-kerajaan.
#/TB Hag 2:7,23; Wahy 6:12,13; 16:18,19
Sumber :
[Pedoman Pokok-Pokok Isi Alkitab]
Gempa tjd krn pgeseran lempengan bumi, tp lempengan itu jg bs bgeser krn ada ilmu/hukum Allah(ilmu spt: air pasti mngalir ke tmpt rendah, yg smacam itu).
Aq memaknai stiap bencana alam dr 3 sisi:
1. Ujian/cobaan bg yg terkena bencana, apakah mereka jd lupa dgn Allah? Menyalahkan Allah krn tlah mberikan bencana? Atau justru bersabar, smakin mdekatkan diri kpd Allah, & bertambah keimananñ? Golongan yg terakhir adlh orng2 yg paling beruntung.
———-
2. Peringatan bg para manusia, aq sendiri jd gemetar ktika melihat berita kerusakan2 gempa, apa lg waktu ngliat mayat2 yg menumpuk & diangkut dr reruntuhan bangunan, trus mikir “gimana ya kl aq yg ada disitu?” , “gimana kl bsk gempañ ke sini jg?” , “aq blm siap mati, dosa msh banyak!” pokokñ pikiran2 yg mengingatkan kembali pd Allah, bahwa kita MEMANG akan mati & itu bs tjadi kpn aja.
Lalu sbg peringatan bahwa Allah itu memang ada, bahwa peristiwa alam pasti ada Pengaturnya.
———-
3. Kesempatan, utk beramal & berbuat kebaikan dgn membantu korban bencana dlm bentuk apapun. Juga kesempatan utk introspeksi diri mgunakan hidup dgn lbh baik, mumpung msh pny nyawa.
==========
Aq tdk menganggap itu azab, coz kl azab pasti ngga akan ada orng yg disisakan kecuali yg sholeh, spt azab pd kaum2 sbelumñ (kaum nabi Nuh, Luth, dll)
Yang menjadi perhatian kedepan dalam membangun rumah / tempat tinggal lebih mengedepankan aspek teknis bukan effisiensi hindari bangun rumah / gedung asal jadi ( ini namanya tidak ber ihktiar karena sebagai umat kita tidak dibolehkan pasrah sebelum berihktiar )
masalah gempa adalah hal yang sering terjadi dinegeri ini tetapi sejauhmana kesiapan kita menyikapinya .
lihat bangsa jepang yang menyadari akan bahaya gempa dimana orientasi pembangunan selalu mengedepankan aspek tahan gempa .
Dalam setiap hal, campur tangan Tuhan selalu baik dan indah. Tuhan tidak pernah menghukum.
Begini..
Dilihat dari kacamata hukum alam:
Memang Tuhan menciptakan hukum / aturan main yang tidak pandang bulu. Berbagai sunatullah / ketetapan Allah ini menjadi dasar dari segala kejadian. Para scientis, berusaha memahami hukum-hukum ini agar mampu memprediksi dan mengontrol masa depan. Jadi, sudah merupakan hukum alam / fenomena alam bahwa lempengan bumi suatu saat akan melepaskan tekanan akibat saling bergesekan. Ini hanyalah sekedar hukum alam.. Bumi memang sudah tua dan yang tua memang sakit2an. There is nothing special about that.
Dilihat dari kacamata “kasih”:
Jika disadari, Tuhan selalu berkehendak memberi yang terbaik dan terindah pada seluruh makhluk dan segala sesuatu. Jadi, bahkan dalam kasus Tsunami Aceh 2004 yang lalu, Tuhan sudah memberikan cahaya dan kasih yang berkelimpahan agar peristiwa tersebut tidak perlu terjadi.
Sayangnya, manusia tidak menerima cahaya dan kasih Tuhan ini. Padahal, jika sebagian besar manusia menerima cahaya ini, kejadian2 itu tidak akan terjadi. Kasih Tuhan sejatinya mampu membypass semua hukum-hukum alam, tapi karena manusianya tidak menerima dan menyadari KasihNya, Kasih tidak dapat bekerja secara maksimal. Bukankah sesuatu yang tidak disadari maupun disyukuri sama saja dengan tidak ada?
Kita mengatakan Tuhan Maha Pengasih dan selalu memberi yang terbaik, tapi mengapa hidup kita masih penuh derita?
Jawabannya sama.
Kitalah yang belum membuka hati pada Tuhan, sehingga tidak mampu menyadari keberadaan Kasih dan CahayaNya.. tidak mampu mensyukuri KasihNya.. sehingga KasihNya tidak bekerja secara maksimal dalam hidup kita. Jika Kasih diibaratkan hujan, maka kita masih belum menutup payung ego kita sehingga hujan kasih sayangNya tidak kita rasakan. Hujan kasih sayangNya sama sekali tidak memihak. Semua makhluk diberi hujan yang sama. Hanya saja merupakan freewill masing2 individu apakah mau menutup payungnya dan mandi cahaya dan KasihNya atau tidak.
Seandainya saja minimal 70% dari penduduk Aceh saat itu membuka Hati dan mencintai Tuhan, maka Kasih Tuhan dalam hati mereka sudah cukup untuk menghindari bencana Tsunami. Malahan, bagi yang “sadar”, jika diteropong, secara hukum alam bencana Tsunami itu seharusnya memakan korban yang jauuuuuuh lebih besar. Gempa yang terjadi seharusnya bukan cuman 8 skala richter. Tapi kekuatan gempa saat itu diredam oleh KasihNya.
Jadi dilihat dari kacamata Kasih, terjadinya bencana adalah karena kurangnya kesadaran akan Tuhan dan KasihNya. Manusia sudah semakin mengikuti Ego, konsep-konsep, kekerasan hati, dan sudah melupakan Rasa…
Di bumi dimana Tuhan dicintai dan dipuja dengan penuh Kesadaran dan Kasih, bencana-bencana tidak akan pernah singgah. Kalaupun singgah, kerusakannya tidak akan masif. Kata kuncinya tetap adalah Kesadaran dan Kasih.
Walaupun terlihat bertentangan, kedua kacamata/sudut pandang ini benar adanya. Keduanya berkaitan sempurna. Seringkali kejadian2 bencana besar membuat arah perhatian manusia sesaat menuju Tuhan. Entah dalam pandangan positif ataupun menghujat. Seaat, kita lepas dari kesibukan ego dan duniawi kita.. terdapat penajaman dan pendalaman rasa.. Apalagi timbul rasa belas kasih melihat penderitaan mereka yang tertimpa bencana.
Harusnya, disaat2 yang sangat bernilai ini, kita kontemplasi. Kemana arah perhatian kita sehari2. Apakah sudah menuju Tuhan ataukah mengikuti ambisi duniawi. Semua penyakit hanyalah simptom bahwa there is something wrong with our life. Semua bencana adalah pertanda kurangnya kesadaran kita akan Tuhan. Jadi dari balik setiap bencana, Tuhan sedang memanggil kita untuk kembali mendekat padaNya.
Kesimpulannya, untuk menghindari bencana ada 2 cara:
1. Penguasaan IPTEK
Hal ini untuk “mengontrol” dan memprediksi hukum2 Tuhan.
Solusi yang ini memang bukan yang terbaik, karena bisa jadi bencana yang terjadi di luar kemampuan IPTEK untuk menanggulangi. Tapi minimal, inilah usaha dari sudut manusiawi kita. Yaah.. sedikit banyak bermanfaat lah..
2. Kesadaran akan KasihNya
Kesadaran akan Tuhan dan KasihNya yang berkelimpahan. Kembali ke nilai2 kesucian dan keluhuran agama.
Solusi yang ini bahkan bisa mencegah bencana terjadi, tapi ya itu… membutuhkan kesadaran kolektif dari sekelompok manusia di suatu wilayah. Kalau cuman seorang saja yang mencapai kesadaran sempurna tidak akan maksimal.
Salam Damai..
wcw@ yang jeli dan beriba hati..
gempa di Padang, di tasikmalaya atau dimana saja tidak ada kaitannya sama sekali dengan allah. Allah tidak merencanakan semuanya itu. Allah hanya mengijinkan, tetapi tidak menyebabkan. karena semua itu diluar kewenangannya. bisa jadi semua ini faktor manusianya juga yang sering merusak alam sehingga berakibat fatal seperti yang kita alami.jadi, semua bencana di dunia ini tidak ada sangkut pautnya dengan Allah.
apakah menganggap gempa tersebut hanya fenomena alam biasa ?
Sebuah pertanyaan yang sangat bagus.
Menurut saya itu bukan fenomena alam belaka tapi fenomena religius. Gempa adalah hukuman karena MENYEMBAH TUHAN yang SALAH .
Berdasarkan data kita tahu bahwa hanya KALIMANTAN daerah yang bebas gempa. Maka kita bisa yakin bahwa Tuhan suku Dayak adalah Tuhan sebenarnya bagi bangsa Indonesia. Tuhan suku Dayaklah yang berkuasa di Indonesia, bukan Yahwe, Allah Bapa, atau Alloh SWT, apalagi Dewa Siwa.
1917 01 20 – Bali, Indonesia Fatalities 1,500
1938 02 01 – Banda Sea, Indonesia – M 8.5
1965 01 24 – Sanana, Indonesia (Ceram Sea) – M 7.6 Fatalities 71
1976 06 25 – Papua, Indonesia – M 7.1 Fatalities 5,000
1992 12 12 – Flores Region, Indonesia – M 7.8 Fatalities 2,500
2000 06 04 – Southern Sumatera, Indonesia – M 7.9 Fatalities 103
2002 10 10 – Irian Jaya, Indonesia – M 7.6 Fatalities 8
2002 11 02 – Northern Sumatera, Indonesia – M 7.4 Fatalities 3
2003 05 26 – Halmahera, Indonesia – M 7.0 Fatalities 1
2004 01 28 – Seram, Indonesia – M 6.7
2004 02 05 – Irian Jaya, Indonesia – M 7.0 Fatalities 37
2004 02 07 – Irian Jaya, Indonesia – M 7.3
2004 07 25 – Southern Sumatra, Indonesia – M 7.3
2004 11 11 – Kepulauan Alor, Indonesia – M 7.5 Fatalities 34
2004 11 26 – Papua, Indonesia – M 7.1 Fatalities 32
2004 12 26 – Sumatra-Andaman Islands – M 9.1 Fatalities 227,898
2005 01 01 – Off the West Coast of Northern Sumatra – M 6.7
2005 02 19 – Sulawesi, Indonesia – M 6.5
2005 02 26 – Simeulue, Indonesia – M 6.8
2005 03 02 – Banda Sea – M 7.1
2005 03 28 – Northern Sumatra, Indonesia – M 8.6 Fatalities 1,313
2005 04 10 – Kepulauan Mentawai Region, Indonesia – M 6.7
2005 05 14 – Nias Region, Indonesia – M 6.7
2005 05 19 – Nias Region, Indonesia – M 6.9
2005 07 05 – Nias Region, Indonesia – M 6.7
2005 11 19 – Simeulue, Indonesia – M 6.5
2006 01 27 – Banda Sea – M 7.6
2006 03 14 – Seram, Indonesia – M 6.7 Fatalities 4
2006 05 16 – Nias Region, Indonesia – M 6.8
2006 05 26 – Java, Indonesia – M 6.3 Fatalities 5,749
2006 07 17 – South of Java, Indonesia – M 7.7 Fatalities 730
2007 01 21 – Molucca Sea – M 7.5 Fatalities 4
2007 03 06 – Southern Sumatra, Indonesia – M 6.4 Fatalities 67
2007 07 26 – Molucca Sea – M 6.9
2007 08 08 – Java, Indonesia – M 7.5
2007 09 12 – Southern Sumatra, Indonesia – M 8.5 Fatalities 25
2007 09 12 – Kepulauan Mentawai region, Indonesia – M 7.9
2007 09 20 – Southern Sumatra, Indonesia – M 6.7
2007 10 24 – Southern Sumatra, Indonesia – M 6.8
2007 11 25 – Sumbawa Region, Indonesia – M 6.5 Fatalities 3
2008 02 20 – Simeulue, Indonesia – M 7.4 Fatalities 3
2008 02 25 – Kepulauan Mentawai region, Indonesia – M 7.2
2008 11 16 – Minahasa, Sulawesi, Indonesia – M 7.4 Fatalities 6
2009 01 03 – Near the North Coast of Papua, Indonesia – M 7.6 Fatalities 5
2009 01 03 – Near the North Coast of Papua, Indonesia – M 7.4
2009 02 11 – Kepulauan Talaud, Indonesia – M 7.2
2009 09 02 – Java, Indonesia – M 7.0 Fatalities 72
Wah…wah …wah …. saking asyiknya pada diskusi hubungan gempa dengan agama …. sampai lupa pada nyumbang buat para korban.
AYO LIHAT NOMOR REKENING DI TV MASING2, SEGERA SUMBANG BUAT PARA KORBAN GEMPA SUMBAR.
Matius 27 : 51
Dan lihatlah tabir bait suci terbelah dua dari atas sampai kebawah dan terjadilah Gempa Bumi dan bukit bukit batu terbelah.
Jadi ini tanda KEDATANGAN YESUS KEDUA KALINYA.