dapatkah dengan sholat tahajud mengembalikan kepercayaan orang yang telah hilag karena salah paham?
Saya sempat dekat dengan seseorang. awalnya sering ketemu, ngobrol, dan bercanda di rumah. kemudian dia harus pergi ke Padang karena mendapat pekerjaan di sana. memang tidak sempat berpamitan, tapi ketika mendengar kabar dia pergi ada sesuatu yang hilang. dan saat itu aku merasa telah jatuh cinta. awalnya tidak ada kemungkinan komunikasi lagi awalnya, tapi ternyata kemudian aku mendapat nomor dia dan kami mulai komunikasi. sering dia sms dan tlp, tak tanggung2, tiap hari berkali2. dan kemudian terungkaplah bahwa dia ternyata juga jatuh cinta padaku. kemudian kami akhirnya berencana nantinya akan mengarungi hidup bersama. berat memang long distance relationship ini. tapi kami percaya. kemudian dia pulang mendadak. dia mengajak untuk bertemu tapi di luar, dia tidak ingin ortu tau kalau dia pulang dulu. tapi karena kesibukanku yang tak bisa ditinggal, maka aku benar2 harus mengatur waktu untuk bisa bertemu dengannya. awalnya kami sempat ketemu, tapi tak lama, tak sampai lima menit aku harus segera pergi karena dia sibuk dengan keponakannya, sehingga aku tercueki. besoknya dia ajak ketemu lagi, dia bertanya aku ada waktu berapa lama, aku katakan jam sekian harus balik karena kerjaan menunggu. kalau dihitung paling tidak ketemu bisa sekitar 3 jam. tapi saat aku pergi dia justru sengaja datang ke rumahku sehingga batal ketemu. saat tlp dia bilang kecewa karena aku tak ada waktu untuknya, karena kesibukanku lebih utama daripada dia. dia berfikir aku tak mau peduli padanya. dan sekarang dia memutuskan hubungan kami dengan alasan dia kecewa denganku atas semua yang terjadi. dan sekarang dia berangkat ke padang lagi membawa kekecewaan. aku sangat kecewa, sedih. aku ingin dia bisa kembali, walau kerja di padang tapi hatinya tetap untukku. aku ingin hubungan kami bisa seperti dulu lagi.
apakah aku bisa meraih hatinya kembali dengan Sholat Tahajud?
Ditanyakan oleh fery y
Jawaban terbaik mengenai pertanyaan “dapatkah dengan sholat tahajud mengembalikan kepercayaan orang yang telah hilag karena salah paham?” :
Answer by pendy
coba la terus berdoa dan berusaha, moga2 dikabulkannya, mungkin esok atau lusa kita tak tau……
Berikan komentar anda tentang “dapatkah dengan sholat tahajud mengembalikan kepercayaan orang yang telah hilag karena salah paham?” yang dibahas diatas.
Related Articles
Informasi Terkait :
Berita Terbaru :
Filed under: Sumatera | Tagged: Dapatkah, dengan, hilag, karena, Kepercayaan, mengembalikan, orang, paham, Salah, sholat, tahajud, telah
hai,,
dengan sholat itu semua ketidakmungkinan akan menjadi mungkin jika kamu berdoa secara sungguh2.. karena aq sering sekali mendapat kan jawaban dari sholat tahajud ku,,
memang wktu itu ada pertengkaran kedua orang tua,, smpai ngebuat aq down bgd,, ternyata dengan sholat tahajud semua keinginan aq tercapai..
jadi percaya deh ALLAH akan mendengarkan doa kamu,,,
aq yakin koq.. disana dia juga masih mengharapkan kamu,,,
ayooo semangattt,,
Alloh akan mengabulkan doa yang disampaikan oleh umatnya, Lebih-lebih doa itu diucapkan pada saat tengah malam, bersamaan dengan sholat tahajud, kita harus yakin bahwa doa kita akan terkabul. Lebih-lebih hanya untuk untuk mengembalikan kepercayaan orang yang memang sudah jelas ada di hati kita. Di samping sholat tahajud maka agar do’a kita dikabulkan oleh Allah swt. maka perlu kita perhatikan beberapa hal sbb:
1. Awali do’a dengan Asmaul Husna
Dalam A-Qur’an disebutkan dalam surat Al-A’raf 7:180 “Allah mempunyai Asmaul Husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu dan tinggalkan orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka lakukan.”
2. Ucapkan dengan kalimat Tauhid
Setelah membacakan Asmaul Husna, maka kita membacakan Kalimah Tauhid sebagai pernyatan dan ekspresi kita kepada Allah yang Maha Esa, Maha Berkuasa, Maha Pengasih dan tiada sekutu bagi-Nya.
3. Berdo’a dengan prasangka baik
Dalam berdo’a, kita harus berprasangka baik kepada Allah, bahwa Dia akan selalu mengabulkan do’a kita.
4. Berdo’a dengan hati yang sungguh-sungguh
Allah akan mengabulkan do’a dari hati yang bersih dan sungguh-sungguh. Allah tidak akan mengabulkan do’a orang yang tidak bersungguh-sungguh atau setengah hati dalam memohon do’anya.
5. Berdo’a lah dengan kerendahan hati
Dalam berdo’a kita harus merendahkan hati di hadapan Allah. Allah tidak menyukai orang-orang yang tinggi hati atau sombong. Buanglah kesombongan yang ada dalam diri kita agar Allah mendengar permohona kita.
6. Berdo’a lah dengan permintaan yang jelas
Kita harus meminta kepada Allah dengan permintaan yang jelas dan terfokus. Kalau kita memintakan sesuatu kepada Allah, maka sebutkan permintaan itu dengan jelas, kalau perlu sebutkan dengan spesifik.
7. Manfaatkan waktu-waktu yang baik
Do’a itu dapat dilakukan kapan dan dimanapun, tapi coba kita manfaatkan untuk berdo’a di waktu-waktu yang do’a kita lebih didengar oleh Allah swt.
a. Sepertiga malam
“Rasullah saw. bersabda: Setiap malam, Tuhan kita turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam akhir. Maka Allah berfirman: Barangsiapa yang berdo’a kepada-Ku, pasti Aku kabulkan, dan barangsiapa yang memohon kepada-Ku, pasti Aku beri, dan barangsiapa memohon ampun kepada-Ku, pasti Aku ampuni.” (H.R.Bukhar, Muslim, Tirmidzi)
b. Tengah malam dan setelah shlat fardhu
“Rasulullah saw. pernah ditanya. ‘Wahai Rasullah, kapankah do’a yang paling didengar Allah?’ Rasullah saw. menjawab: ‘Do’a ditengah malam dan do’a setelah shalat fardhu.” (H.R.Tirmidzi)
c. Pada saat lapang
“Rasullah saw. bersabda: ‘Barangsiapa yang menginginkan do’anya dipenuhi Allah ketika ia dalam kesulitan, maka hendaklah ia memperbanyak do’a diwaktu lapang.” (H.R.Tirmidzi & Hakim)
d. Ketika sujud
“Rasullah saw. bersabda: ‘Jarak yang paling dekat antara seseorang hamba dengan Tuhannya ialah ketika sujud. Maka perbanyaklah do’a ketika sujud.” (H.R.Muslim)
e. Pada hari Jum’at
“Rasullah saw. bersabda: ‘Pada hari Jum’at itu ada suatu saat yang apabila kebetulan seorang muslim shalat sambil meminta sesuatu kepada Allah swt, maka Allah akan memberinya apa yang ia minta.” (H.R.Muttafaq ‘Alaih)
f. Anatar adzan dan iqamah
“Rasullah saw. bersabda: ‘Do’a antar adzan dan iqamat tidak akan ditolak.” (H.R.Tirmidzi)
g. Pada hari Arafah
Rasullah saw. bersabda “Alhajju ‘Arafah” yang artinya “puncak ibadah itu wukuf di Arafah”
Perbanyaklah do’a ketika wukuf di Arafah karenaitu merupakan waktu dan tempat terbaik untuk berdo’a.
Kesimpulannya adalah dalam berdo’a kita harus mengetahui adab-adab, waktu untuk berdo’a agar do’a kita idengar oleh Allah swt.
Keyakinan menyeluruh, pasrah tanpa batas pada kekuasaan Ilahi. Jangankan shalat tahajjud. Berdoa biasa dengan keyakinan yang mantap, hasilnya akan luar biasa.
Jadi, yakinlah.
dearest…
selain melakukan sholat tahajjud, kamu juga sebaiknya melakukan sesuatu secara nyata untuk memperlihatkan kalau kamu juga ingin bertemu dengan dia.
bisa dibilang, sebenarnya hubungan kalian mengalami banyak kesalahpahaman yang harus diselesaikan dan diluruskan. saranku, sebaiknya kamu bicarakan dengan pasangan kamu, kalau kalian ingin bertemu dan waktunya sepenuhnya untuk dia, kalian bertemu berdua saja di luar dan dalam waktu senggang, misalkan hari libur di akhir minggu. jadinya tidak ada pihak yang dirugikan. kalau dia mendadak pulang, dan langsung ingin bertemu kamu, batas maksimal kalian bertemu hanya 3 jam dan tempatnya harus tepat dimana. kalau dia tiba-tiba ke rumah kamu, berarti itu salah dia sendiri. kenapa kesana.
saranku, sebaiknya telepon dia dan jelaskan keadaan.
katakan kepadanya “tadinya janji disini, kenapa jadi ke rumahku ? bukannya tidak mau peduli, tapi kamu juga salah paham. aku tidak mau hubungan kita rusak, cuma karena kesalahpahaman. karena aku sudah siapkan waktu untuk kamu sebelumnya. berilah kesempatan sekali lagi untuk hubungan kita, dan kali ini kita perbaiki, supaya tidak ada kesalahpahaman berikutnya.”
kelar.
kalau dia masih berlama-lama bilang kamu tidak peduli sama dia, itu artinya memang dia maunya seenaknya saja dan tidak mau mengakui kesalahannya.
good luck
Yakini itu bisa atau lupakan saja!
Ananda yang baik
Sholat tahajud yang kita lakukan hakekatnya adalah ikhtiar agar kita ditempatkan Allah pada tempat/ derajat yang tinggi disisi Allah. ( Surat Al Isra :79 ). Rasulullah mengajarkan kita untuk melakukan sholat tahajud pada waktu yang paling baik yaitu pada 1/3 malam yang terahir ( jam dua sampai sebelum subuh).
Bersabda Rosulullah SAW :
“ Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat ( waktu. ). Seandainya seorang Muslim meminta suatu kebaikan didunia maupun diakhirat kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam.” ( HR Muslim )
Nabi SAW bersabda lagi :
“Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta’ala turun ( ke langit dunia ) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman : “ Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.” ( HR Bukhari dan Muslim ).
Nah dari tuntuan Rasulullah ini ananda dapat melakukan permohonan apapun . Lakukanlah permohonan tersebut dengan penuh kepercayaan bahwa Allah Yang Maha Kuasa akan mengabulkan permohonan kita. Insyaallah. Apabila ternyata permohonan kita tidak dikabulkan mungkin oarng yang kita kehendaki adalah bukan orang yang tepat untuk kita.
Sholat lah LILLAHI TA’ALLA…
Selama ini, Sholat tahajjud dinilai hanya merupakan ibadah shalat tambahan atau sholat sunah. Padahal jika dilakukan secara kontinu, tepat gerakannya, khusuk dan ikhlas, secara medis sholat itu menumbuhkan respons ketahannan tubuh (imonologi) khususnya pada imonoglobin M, G, A dan
limfosit-nya yang berupa persepsi dan motivasi positif, serta dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk menanggulangi masalah yang dihadapi