Benarkah Indonesia adalah “Bangsa Kuli”? Kapan menjadi “Bangsa Mandiri”?

Riau
Oleh adibs

Rakyat Riau Tuntut Penyelesaian Konflik Agraria
Selasa, 13 Mei 2008, 13.29 WIB

Sedikitnya tiga ribu masyarakat yang tergabung dalam Sentral Gerakan Rakyat Riau (SEGERA) menggelar demo di gedung DPRD Riau, Jl Sudirman, Pekanbaru, kemarin.Mereka menuntut penyelesaian konflik agraria yang tak kunjung tuntas.

Massa tiba di gedung wakil rakyat tersebut sekitar pukul 10.00 WIB, setelah berjalan kaki dari Taman Makan Pahlawan, Pekanbaru. Sebelum akhirnya diperbolehkan masuk ke lingkungan gedung, sempat terjadi ketegangan antara aparat dengan massa.

Bahkan ribuan massa nekad memblokir pintu utama masuk dan keluar (gerbang) gedung. Alhasil puluhan mobil anggota DPRD dan Pemerintah Provinsi Riau terkurung hingga pukul 13.00. Sebab pada waktu bersamaan tengah berlangsung pelantikan anggota Panwaslih Pilkada Riau.

‘Cukup sudah menjadi bangsa kuli, bersatu bangkit menjadi bangsa mandiri’,’
Tolak UU No 13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan.
Utk S’loe,memang dlm artikel yang saya lampirkan tak sepenuhnya bisa ditampilkan.
Namun pada intinya…demo itu apakah suatu cermin bahwa memang begitulah cermin bangsa Indonesia?

Cermin bahwa bangsa kuli yang hanya bisa berdemo tanpa berusaha mencari solusi?

Konflik agraria adalah salah satu contoh elemen saja yg menjadi bukti bahwa ada kesenjangan antara tujuan dan implementasinya.
Apakah memang kita bangsa kuli?
Kuli adalah yang disuruh-suruh tidak ada bedanya dengan robot. Lebih parah lagi kuli yang kasar melakukan pekerjaan yang tidak semua orang mau kerjakan.

Ditanyakan oleh salman_888

Jawaban terbaik mengenai pertanyaan “Benarkah Indonesia adalah “Bangsa Kuli”? Kapan menjadi “Bangsa Mandiri”?” :

Answer by reymond
mental rakyat Indonesia pada umumnya memang bangsa kuli, karena sejak kecil anak2 di doktrin oleh orang tua untuk menjadi pekerja bukan menjadi bos…

sarjana Indonesia gak kurang banyak, tapi bangsa Indonesia tetap gak bisa maju, karena gak semuanya punya mental enterpreneur…

orang yang gak sekolah aja bisa sukses hanya dengan berjualan nasi… yang sarjana kok malah nganggur…

Berikan jawaban anda bila anda mengetahui tentang “Benarkah Indonesia adalah “Bangsa Kuli”? Kapan menjadi “Bangsa Mandiri”?” .


Informasi Terkait :


Berita Terbaru :




5 Responses to “Benarkah Indonesia adalah “Bangsa Kuli”? Kapan menjadi “Bangsa Mandiri”?”

  1. Berkali kali udah pertanyaan yang berhubungan dengan pengeluhan bangsa indonesia,menurut aku bagaimana pun caranya Indonesia tetap begitu terus..kalo kita tidak berusaha mulai dari sekarang,mari semua para generasi muda untuk memulai bangkit dari Indonesia yang sengsara menuju indonesia maju,siapa lagi yang memulai kalo tidak para generasi mudanya.

    Reply

  2. Pak Salman, ada orang bijak bilang kalau orang yang bekerja semata-mata dengan tujuan cari uang, bukan demi menyalurkan minat bakat kemampuan, dia masih jadi buruh, karena mustahil mencintai pekerjaan dan menjaga integritas (alias tidak mempan disuap, korupsi dsb dst) kalau motivasi utamanya masalah perut.
    bangsa yang mandiri tentunya bisa menentukan dan melakukan apapun atas kehendak sendiri, tidak perlu nunggu pemerintah (toh banyak yg. tidak efektif). Jadi kalau misalnya ingin Jakarta tidak banjir, ya tidak usah menunggu pemerintah mencanangkan gerakan ini itu, pingin pengangguran berkurang bikin network lah. Y!A kan bisa dimanfaatkan untuk itu. Tidak perlu kebanyakan demo, yang ada juga jadi rusuh & buang waktu berharga.

    Reply

  3. hi bro
    ada yg aneh antara judul dan isi komentar lo ….
    judul nanyain soal martabat bangsa…
    sedang koment lo ttg demo massa di Riau penuntutan penyelesaian konflik agraria…
    hendaknya diedit dulu sebelum dipost….!

    Reply

  4. Iklim investasi Indonesia yang bikin pengusaha gerah sendiri. Mau buka usaha sendiri, belum2 sudah ada oknum yang minta duit ini lah itu lah. Pungli merajalela.
    Ini yang bikin orang enggan berinvestasi kita yang pribumi saja seperti jadi tamu di negara sendiri. Susah untuk jadi mandiri kita.
    Yang menjadi kendala lagi adalah jumlah penduduk yang besar dan kondisi geografis kita yang menjadi faktor bahwa mau tidak mau kita masih harus bekerja untuk orang lain.
    Iklim usaha dan persaingan yang tidak sehat juga menimbulkan kelesuan sektor privat dan yang berjuang untuk mandiri. Memang dibutuhkan niat dan kemauan yang tinggi untuk bisa mandiri.
    Berantas dulu praktek2 yang tidak sehat dan lindungi hak-hak para pekerja.
    Hanya saja yang tidak bisa dipungkiri dengan jumlah penduduk yang sedemikian besarnya dan terbatasnya lapangan pekerjaan boleh dibilang Indonesia masih harus memegang predikat tersebut, sama halnya dengan China, Vietnam, Thailand, dll.

    Reply

  5. Maaf bro…terus terang aku juga heran, antara pertanyaan dgn kolom komentar anda seperti tidak ada hubungannya, kecuali dipenutup komentar + rincian tambahan ….

    Masalah bangsa kita ini diperlakukan layaknya kuli… memang jelas…. sebab yg kita ekspor keluar negeri tenaga kerjanya umumnya ‘kuli’, tentu image yg terekam diluarnegeri kita semua ini bersifat, bertindak, dan berpikir layaknya ‘kuli’.

    Sama halnya ‘image’ kita terhadap -maaf- orang Medan, apakah dia chinese, jawa, batak, aceh, padang dll… kalau dia mengaku berasal dr Medan pasti image org jakarta/jawa pasti negatif.
    Tidak perlu jauh2….. orang jakarta/jawa kalau ketemu orang dari luar jawa (sumatera, kalimantan, sulawesi dll pokoknya dr luar jawa)….. so pasti ada nada meremehkan -anggap enteng- ke kita jika tahu kita ini org luar pulau jawa….
    Kenapa…? karena sistim ekonomi, pemerintahan, pendidikan, sosial budaya kita terpusat di jakarta/jawa. Seolah di-jawa-lah serba ada, serba sempurna dan serba waah sistim2 tsb diatas, yg diluar jawa hanya kelas2 pinggiran semata.

    Perihal mereka berdemo dikaitkan dgn ‘bangsa kuli’, jelas tidak relevan dgn topik anda ini.
    Dicari lebih dulu akar permasalahan kenapa mrk berdemo, mungkin tanah milik mereka dirampas oleh ‘sistim tirani’ yg dilindungi UU…. kalau itu masalahnya siapapun pasti memberontak menuntut hak mrk kembali krn menyangkut -hajat hidup- kebutuhan mrk.
    ‘semutpun akan menggigit bila dipijak….!’

    Okey bro……

    Reply

Leave a Reply

Situs terkait dengan "Benarkah Indonesia adalah “Bangsa Kuli”? Kapan menjadi “Bangsa Mandiri”?" :

    Ngedobos itu enak: QUO VADIS KEBIJAKAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN

    BENING HATI UNTUK INDONESIA SARANA UNTUK MENCARI F... ? April (2). MEMBANGUN SEKTOR KELAUTAN SEBAGAI SALAH SATU PILAR... KEBUN BINATANG DAN KEBUN BIBIT IKON WISATA, FILTER... ? Maret (4). BANGSA MANDIRI BUKAN BANGSA KULI (APAKAH MUNGKIN? ... UNTUK APA MENJADI SEORANG PAHLAWAN? ? November (3). BERLAGAK MENJADI AHLI DALAM MENGANALISA RENCANA P... MEREDUKSI KERUSAKAN LINGKUNGAN DAN PENGEMBANGAN EN... MENINGKATKAN PERANAN PERTANIAN INDONESIA SEBAGAI S.. ...

    Ngedobos itu enak: MASIHKAH KITA BERBICARA NASIONALISME?

    Jika Bung Hatta mencita-citakan ekonomi koperasi yang berazaskan kekeluargan sebagai pijakan dasar untuk membangun perekonomian Indonesia. Maka hari ini ekonomi yang bersifat individualistik yang menjadi panglima pemikiran kebanyakan ...

    Ngedobos itu enak: HMI TIDAK PENSIUN (Kado Kecil Untuk HMI)

    Perubahan budaya merupakan senjata paling ampuh untuk menentuhkan apakah Indonesia bisa naik ke tingkat lebih tinggi atau turun dan menghilang. Hal tersebut juga berlaku pada organisasi kader HMI. Sejak dicetuskan oleh kanda Lafran Pane ...
2010 © Indonesia Search Engine. All Rights Reserved.
Contact Us · Privacy Policy · Sitemap · RSS