Apakah Tuhan punya kriteria dalam memilih korban pada saat terjadi gempa di Padang?
Gw yakin umat beragama pasti setuju bahwa gempa di Padang adalah kehendak Tuhan…
1. Apakah semua korban adalah orang yang jahat? Tidak beribadah? Penuh dosa?
2. Jika ada yang jadi korban adalah orang beragama yang taat, apakah Tuhan berbuat kesalahan?
3. Apakah Tuhan tidak perduli? Lalu… apa beda orang yang taat beragama dan yang tidak?
4. Jika perbedaannya adalah sorga, apakah Pemda atau pemuka agama setempat punya data siapa yang masuk sorga dan siapa yang tidak?
5. Jika gempa adalah kekuatan alam dan bukan Tuhan, apakah alam lebih berkuasa daripada Tuhan…??
Mungkin ada baiknya kita lebih dekat ke alam…
.
Ditanyakan oleh Cakra
Jawaban terbaik mengenai pertanyaan “Apakah Tuhan punya kriteria dalam memilih korban pada saat terjadi gempa di Padang?” :
Answer by KonTop
bagi orang Kristen:
hidup adalah anugrah dan mati (jasmani) adalah keuntungan.
Berikan jawaban anda bila anda mengetahui tentang “Apakah Tuhan punya kriteria dalam memilih korban pada saat terjadi gempa di Padang?” .
Informasi Terkait :
Berita Terbaru :
Filed under: Sumatera | Tagged: apakah, dalam, Gempa, Korban, kriteria, memilih, Pada, padang......., Punya, saat, terjadi, Tuhan
1. Apakah semua korban adalah orang yang jahat? Tidak beribadah? Penuh dosa?
*.jelas g.
2. Jika ada yang jadi korban adalah orang beragama yang taat, apakah Tuhan berbuat kesalahan?
3. Apakah Tuhan tidak perduli?
*.harap dipahami ya bro :
sabda Nabi saw : “kelompok yg mati syahid adalah mereka yg wafat tenggelam (termasuk banjir), terbakar, terkena rerobohan (longsor), terbunuh (dibunuh, kecelakaan lalu lintas), sakit dibagian perutnya (yaitu meninggal karena penyakit yg diantara leher hingga bawah perut, seperti ginjal, jantung, liver, lambung, paru paru), dan mereka yg wafat di jalan Allah” (shahihain Bukhari dan Muslim).
Seorang yang mati syahid diberi enam perkara pada saat tetesan darah pertama mengalir dari tubuhnya: semua dosanya diampuni (tertebus), diperlihatkan tempatnya di surga, dikawinkan dengan bidadari, diamankan dari kesusahan kedahsyatan yang besar (pada hari kiamat), diselamatkan dari siksa kubur dan dihiasi dengan pakaian keimanan. (HR. Bukhari)
sabda Rasul saw bahwa semua musibah yg menimpa ummat beliau adalah penghapusan dosa, maka bertanya Aisyah ra Ummulmukminin : Lalu kalau kita tertusuk duri itu apakah juga ada penghapusan dosanya?, Rasul saw menjawab : “Betul, bahkan gundah dihati pun merupakan penghapusan dosa” (Shahihain Bukhari dan Muslim).
Rasul saw bersabda : “Tiada henti hentinya musibah menimpa seorang muslim atau muslimah, pada dirinya, pada hartanya, pada keluarganya, hingga ia menemui Allah swt kelak tak membawa dosa sedikitpun.
Mengenai orang shalih atau bukan shalih, selama ia muslim dan tidak dalam keadaan mabuk, dan tidak pula sedang niat berbuat jahat maka bila ia wafat kecelakaan atau dibunuh maka ia wafat sebagai syahid sebagaimana hadits diatas.
Apa menurut lo Allah salah dan g peduli?
3.lanjutan”Lalu… apa beda orang yang taat beragama dan yang tidak?
*.kedudukannya di sisi Allah
4. Jika perbedaannya adalah sorga, apakah Pemda atau pemuka agama setempat punya data siapa yang masuk sorga dan siapa yang tidak?
*.g punya.cm Allah yang punya daftarnya dan itupun kita yang harus daftarin diri mau ke surga atau neraka?
5. Jika gempa adalah kekuatan alam dan bukan Tuhan, apakah alam lebih berkuasa daripada Tuhan…??
*.gempa bukan kekuatan alam.tapi kekuasaan Allah.g ad yang lebih berkuasa selain Allah.
Alam hanya sebagai media untuk memberi peringatan.
1.Penghakiman hanya ada ditangan Tuhan.Jangan kita campuri cara penghakiman Tuhan.Kesorga atau tidak itu urusan Tuhan.Yang penting kita harus tau bahwa kepada kita diberi waktu untuk memperbaiki diri.
2.Kematian tidak semua merupakan hukuman karena berdosa tapi itu adalah proses untuk mendapat hidup dalam kekekalan.Apapun cara kematian itu.Yang penting kita tetap memperbaiki diri.
3.Memang yang kita harapkan harus ada perbedaannya.Namun manusia hanya pasrah,Kita harus bisa berkata kehendak Allah saja yang jadi.
4.Pemda dan pemuka agama,mereka adalah sesama manusia. Mereka tidak punya data tentang siapa masuk surga atau tidak.
5.Tuhan lebih berkuasa dari apapun.Namun ada kalanya Tuhan membiarkan,Ingin melihat kesetiaan manusia.Ingin melihat siapa yang mau mengambil hikmahnya.Bisa saja karena dosa,namun tetap bukan kita yang menetukan.
Aku percaya,Allah akan memberikan siksa kepada mereka yang membangkang kepada-Nya,namun secara taqdir,Allah juga telah memanggil mereka pulang ke rahmatullah,karena cara Allah memanggil hamba-Nya pasti lah berbeda-beda,karena maut kan selalu dekat dengan diri kita,namun yang pasti,Tugas kita hanyalah PERCAYA DENGAN IKHLAS,bahwasanya Allah maha mengetahui,Wallahu a’lam.
Ada baiknya kita kembali merenungkan tentang ini :
http://www.youtube.com/watch?v=5GpEoQKC0kE&feature=fvw
Perlahan tapi pasti, tiada toleransi, kecuali…
1.bisa saja para korban adalah orang jahat, mereka terlalu banyak dosa dan Tuhan ingin mengakhiri hidupnya utk di pertanggung jawabkan di akhirat
tp bisa saja korban adlah orang2 yg beruntung, cz mereka dapat kembali ke rumah Bapa, mereka ga bakal lg ngerasakan pahitnya dunia dan kejamnya dunia, N mereka bisa langusng kembali dan menikmati surga, hanya saja dengan cara ya terlihat berat
2.Tidak, ingat Tuhan tidak akan pernah berbuat kesalahan, rencana-Nya merupakan rencana yg sempurna, tidak akan pernh terjadi kesalahan sedikitpun. Rencana-Nya sll indah bagi ita walau jalan-Nya tak terselami olh stiap hati qt, tp pasti smua ada hikmah nya. . .
3. orang taat adalah orang yg menjalankan perinth nya dan menjauhi larangannya, dan orang taat adalah orang yg akan sll bersyukur dlm hidupnya walau jalan terasa sangat berat. . .
4. smua adalah rencana-Nya, dan rencana-Nya hanya DIA yg tw Pemda hanya dapat membantu sebatas kemampuan manusia aj
5. Lupa ya? alam adalh ciptaan Tuhan, manusia jg mrp ciptaan Tuhan, apapun yg terjadi mrp kehendak-Nya dan smua pasti ada hikmah-Nya
SEMUA YG BERASAL DARI TUHAN PASTI AKAN KEMBALI PADA TUHAN
Semua yang terjadi adalah takdir Allah SWT. Dan yang terjadi ini peringatan terhadap manusia pada umumnya supaya lebih bertambah keimanannya. Manusia yang menjadi korban itu adalah nasib mereka telah ditakdirkan mati lebih dulu, dan seharusnya bersyukur yang telah meninggal lebih dari pada kita melihat datangnya hari kiamat yang sesungguhnya. Karena itu lebih menyeramkan dan menyedihkan. Dimana seseorang akan panik tanpa memperdulikan lingkungan.
1. Coba bayangkan matahari terbit dari timur, berarti habis maghrib langsung pagi lagi?
2. Tiba-tiba dari langit turun meteor atau benda langit?
3. Air laut menjadi pasang melebihi gedung pencakar langit?
4. Bumi retak dimana-mana?
5. Banyak manusia menjerit kalang kabut?
Ih, sereeeeemmmmmmm …
(manusia yang udah meninggal lebih dulu pasti ga ngalami peristiwa semacam itu, enakkan – sudah SAVE ~aman~)
Ingat:
Gempa yang terjadi selama ini berukuran 5, … dan 7, …
Angka ini mengingatkan kita pada 5 rukun islam, Allah memperingatkan kita untuk lebih berpegang teguh pada 5 rukun islam.
Angka 7, mengingatkan dengan 7 ayat al-fatehah. Yang selalu kita baca di setiap sholat kita.
Camkanlah !
1. Jahat? tidak. Tapi pastinya punya dosa. Emang ada manusia yang gak berdosa?
2. Tidak. Musa, Yesus, dan Muhammad aja pada akhirnya wafat. Masa umatnya bisa hidup terus-terusan.
3. Tidak ada bedanya. yang membedakannya; yang jadi korban kebetulan sedang apes.
4. He he he, ada SPK (Sensus Penduduk Surga). Tapi bukan sama pemda, tapi perwakilan agama masing-masing. sensus biasanya diakhiri dengan ceramah, minta sumbangan, dan doa bersama.
5. Menurut gue alam = tuhan. Karena alam lah maka manusia bisa ada.
Lebih dekat ke alam? Gue gak suka camping (pecinta alam). Kalau mancing sih mau… Kapan? Janjian yah ma gue.
seperti kata bang ebiet g a d
tanyakan saja pada rumput yg bergoyang
Gempa di Padang TUHAN luaskan terjadi, dimana juga sebagai peringatan untuk Anak anak Tuhan menjadi Pembela bagi negerinya sendiri .
1. Relatif
Mengapa kujawab Relatif karena TUHAN melihat Hati sampai kedalamannya bukan lahiriahnya saja.
2. Tidak => Ibadah yang sebenarnya Tuhan lihat pada HATI yaitu bila hati jauh walau mulut sebut nama Tuhan.
3. Justru Tuhan Peduli Dia luaskan gempa bumi.
4. Tidak
5. Hosea 3 : 6
Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu , maka aku juga akan melupakan anak anakmu.
3.
Mazmur
34:18 (34-19) TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.
34:19 (34-20) Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;
34:20 (34-21) Ia melindungi segala tulangnya, tidak satupun yang patah.
34:21 (34-22) Kemalangan akan mematikan orang fasik, dan siapa yang membenci orang benar akan menanggung hukuman.
34:22 (34-23) TUHAN membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua orang yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman.
91:14 “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.
91:15 Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.
91:16 Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.”