Aceh dan Papua Minta Merdeka Gimana?
Posted on January 18, 2011 by admin
halo komunitas Y!A,
topik sedikit berat ya,
kalo aceh (NAD) dan papua minta merdeka (lepas dari indonesia), menurut kalian gimana?
thanks.
Ditanyakan oleh agnes monikah
Jawaban terbaik mengenai pertanyaan “Aceh dan Papua Minta Merdeka Gimana?” :
Answer by Kaide 9
tANYALAH PADA RUMPUT YANG BERGOYANG
KENAPA kta tidak bisa menjaga kerukunan satu sma lain
Ingin berkomentar tentang bahasan “Aceh dan Papua Minta Merdeka Gimana?” pada topik diatas ? Beri komentar anda!
Related Articles
- Jerman Hibahkan Rp 90 Miliar buat Aceh | Tulisan Kami
- ACEH TENGGARA: Lintas Kutacane-Medan Lumpuh Delapan Jam
- Listrik Aceh 60% masih Dipasok Listrik dari Sumut | berita indonesia
- ACEH TAMIANG: Alat Kelengkapan DPRK Tamiang Disahkan
- 2011, Banda Aceh bebas banjir – 468th Edition « Medan Lifestyle …
- Dok, isteri saya minta ukuran Mr. P (Penis) diperbesar. gimana …
- Melodies of Ayu Ginarani: Pertamax dan Botol Bekas
- www.menjelma.com: Foto Kucing Menonton Kucing di TV
- Gimana nich? ukuran kondomnya kok ngga pas « BERITA & ARTIKEL
- Tuhan Menahan saya « bertutur hidup
- Delivery to Medan Merdeka? « warna warni duniaku
- Hey babyyyy !!
- Anak Merdeka: Peraturan laporan Polis "boleh" selepas 24 jam …
- MSDM pada P.T. SUARA MERDEKA
- malay merdeka: AKHBAR LUCAH GUNA LOGO KERAJAAN NEGERI selangor
- Bersih 2.0 Minta SPR Hentikan 'Permainan Silap Mata'
- Muslimeen United: Bersih 2.0 Minta SPR Hentikan 'Permainan Silap Mata'
- Aliansi Internasional Minta Liga Arab Perhatikan Palestina …
- Menhub Minta Bangunan Tinggi Sekitar Bandara Polonia Ditertibkan …
- MALAYSIAN UNITED: ISU AZAN – PENGADU SEMBAH MINTA KEAMPUNAN
- Discovering New Horizons Diving Kavieng, New Ireland, Papua New …
- Solomon Islands' agriculture delegation visits Papua New Guinea
- Pesanan dari Nabire Papua
- The Future Sound Of London – 2001 – Papua New Guinea Translations …
- SUARA PUPA & PAPA EPA WADOU=========: Papuan People's Coalition …
Informasi Terkait :
Berita Terbaru :
Filed under: Sumatera | Tagged: Aceh, Gimana, merdeka, Minta, Papua

Saya orang pertama yang bilang TIDAK SETUJU!
http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=AhqEGibEcjJHx0pB.uipcAOgRAx.;_ylv=3?qid=20091217230832AAW2yIo
Toleransi harus diberikan tanpa harus mengorbankan
kewibawaan pemerintah. Sekarang ini malah bagus buat rakyat Indonesia secara
keseluruhan untuk tidak sekedar menuntut. Media massa yang menyebarkan
kerusuhan di berbagai wilayah akan membuat masyarakat sadar bahaya apa yg
sedang dihadapi bangsa ini. Makanya dari kemarin saya memandang pemimpin TNI
dan Suharto berotak udang dalam menyembunyikan kerusuhan di Aceh tahun
1989-90 itu. Kalau saja masalahnya dibuka, maka simpati justru tidak akan
mengalir ke AGAM itu. Memang AGAM saat itu demikian solid dalam mengangkat
senjata melawan RI. Harusnya TNI membeberkan ratusan TNI yg terbantai oleh
AGAM kala itu. Memang susah kalau punya jendral-jendral yang otaknya sebesar
biji sawi.
Menurut saya, menuntut boleh, menggertak untuk keluar dari NKRI juga boleh.
Tapi setelah itu stop sampai di situ. Itu adalah batas terluar dari
kebebasan kita untuk melaksanakan freedom of speech kita. Kalau kemudian
disusuli dengan tindakan makar, wah, tidak hanya satgas-satgas yang membantu
TNI. Bila dibilang boleh oleh pemerintah, maka milisi-milisi PETA (Pembela
Tanah Air) akan bermunculan. Saya yakin itu.
Saat ini kita juga perlu melihat lagi sikap kita ke TNI. TNI inilah yg biang
susah. Para TNI pula yang mengotaki Golkar sebagai ORBA. Makanya begitu
unsur TNI hengkang dari Golkar dan orang malah mengharu-biru Golkar
sebetulnya salah alamat, dan sangat saya sesalkan. Di lain pihak, kita juga
harus sadar bahwa TNI adalah sekedar institusi. Orang-orangnya berganti.
Kalau mereka sudah menunjukkan itikad baik, kita harus mendukungnya. Kalau
mereka macam-macam lagi, baru kita memusuhi lagi. Nah, saat ini adalah
saat-saat penting bagi kita sebagai bangsa untuk tidak memojokkan TNI lagi.
Nanti kalau mereka tidak dapat legitimasi untuk bergerak, kita juga yang
repot. Memang kita ini serba susah, tapi kalau kita sanggup bermain cantik,
insyaallah semua mau berjalan di-track-nya.
Tentang kerusuhan di berbagai tempat, saya rasa kita harus melihat potensi
campur tangan dari luar. Seperti Aceh dan Maluku saya mempunyai kecurigaan
sangat besar atas keterlibatan orang luar itu. Persenjataan AGAM demikian
modern, darimana mereka mendapatkannya. Sementara itu propaganda agar TNI
baik yang organik maupun non-organik ditarik dari wilayah demikian gencar.
Mana ada negara tanpa tentara? Cuman satu negara kan? Vatikan saja punya.
Ketiadaan tentara organik itu sangat berbahaya. Ini dapat digunakan untuk
membangun tentara AGAM secara besar-besaran. Lalu siapa yg akan mengamati
arus masuk persenjataan dari LN? Harusnya TNI-AL harus lebih sering
berpatroli di perairan perbatasan. Kalau perlu diadakan kerja sama dengan
negara jiran Singapura dan Malaysia.
Kasus Ambon juga demikian menarik. Mereka tidak berusaha melepaskan diri,
tetapi pertikaian terus menerus akan membuat citra Indonesia di LN akan
hancur. Investasi akan tetap seret. Sikap aparat harus makin diperkeras. Toh
korban ada di pihak Islam dan Kristen dalam jumlah sama banyak. Kalau kita
baca SIAR jelas yg disebut banyak di pihak kristen dengan nama-namanya.
Kalau kita baca yg berafiliasi ke Islam juga ada klaim yg sama berikut
nama-namanya. Bila kita jumlah, itulah angka korban yang sahih. Sangat
besar. Pendekatan persuasif terus diusahakan, tetapi senjata harus siap
dikokang bila kerusuhan terus berlanjut. Kadang perdamaian memang harus
sedikit dipaksa. Yang repot LSM HAM sering tidak perduli. Korban 50 orang
meninggal akibat kerusuhan tidak diributkan. Korban 2 orang akibat ditembak
aparat yg mencegah kerusuhan yg makin meluas disebut sebagai pelanggaran
HAM. Ini yang repot. Mana perusuh bawa senapan AK lagi. Tapi mereka sudah
lumayan sadar sih. Mereka justru kemarin mengeluhkan jumlah aparat yg
kurang. Ini pertanda baik.
Yorys lari bergabung dengan OPM? Bagus itu. Jadi bangsa Indonesia tidak
memelihara kecoa lagi. Kalau saja semua mahasiswa yang punya internet mau
berbagi informasi, maka kita dapat mendeteksi ke mana Yorys saat ini berada.
Memang perlu dibuat agar Yorys tidak nyaman lagi di perkotaan. Kalau dia
terputus dari tempat-tempat hiburan yang dipalakinya, maka sumber
perdapatannya akan terputus pula. Risiko pembelian senjata bagi OPM akan
jauh berkurang.
Saya sendiri masih belum melihat sejauh mana Marwah menunjukkan ambisi
pribadinya untuk gerakan Sulsel merdeka. Mari kita lihat. Kalau gerakan
mahasiswa sendiri saya lihat belum ada tanda-tanda ditunggangi pihak LN.
Saya setuju dg pandangan bahwa mereka mengadakan move agar punya bargaining
power untuk desentralisasi itu. Lewat dari itu, electronic warfare memang
harus gencar dilaksanakan. Jangan sampai internet dibanjiri oleh posting
ETAN, posting AGAM, posting SIRA, dan lain sebagainya. Kita-kita pula yg
punya senjata yaitu suara kita. Untuk itu suarakanlah suara kita itu. Ingat
saja, diam artinya setuju.
Sudah saatnya kita aktif melawan posting ETAN, SIRA, atau AGAM.
Menurut saya kita harus saling bergotong royong agar mereka tidak lepas dari NKRI dan juga jgn ada campur tangan pihak asing(jgn sampe kejadian TImor-Timor terulang karena campur tangan Negara asing).
Kita adalah Satu sampai kapanpun………
Biarkan aja dengan begitu mengurangi pengangguran di Indonesia hehehehe
mmm…andaikan “Cepat lebih baik” tapi sayang…
(Maaf…ngga asal jawab/sama sekali ngga mengAgungkan JK tapi mang itulah nurani’Q & itu masih Qyakin dan pasti mampu).
Mohon maknai ini ke yg LEBIH LUAS jauh mengarah ke KEBERSATUAN INA ….
namun jauh dari NAD & Papua; kita berharap dan itu adalah sangat jadi harapan kita?…janganlah kiranya yang demikian TERULANG/TERDENGAR ada kata “PISAH”
menurutku…
kusuruh mereka berkaca atau bercermin pada kasus timor timur, mereka yang sekarang udah jadi timor Leste itu, nasibnya kayak apa??? masuk regional mana dia??
di ASEAN dia tidak terdaftar, PBB ??? saya tidak tahu, mungkin saja sudah. jadi dalam hubungan dengan negara tetangganya terutama dengan indonesia saja seperti tidak akur. mereka bisa saja bilang ini loh kami, timor leste mau bermitra dengan indonesia. bagi saya, itu cuma bicaranya kepala negara atau perdana menterinya, tapi kan timor leste ga cuma ada itu saja, tanggapan rakyatnya sendiri??? di sana itu masih banyak yang nentang. kita dianggap sebagai penjajah
padahal kalo dirunut dari sejarah yang dulu minta bergabung itu siapa??? mereka dan BUKAN kita. kita cuma bantuin mereka karena waktu itu nasib mereka sebagai jajahan portugis juga tidak jelas. akhirnya mereka pilih gabung dengan indonesia, itupun prosesnya juga sangat rumit
kalo aceh dan papua ingin merdeka
terutama papua
harusnya mereka ingat pada jaman pembebasan irian barat (cikal bakal papua sekarang) tahun 1963. dulu itu prosesnya rumit. harus diplomasi macam2 sampai akhirnya bisa bebas dari belanda. mana penghargaan dan rasa terima kasih papua pada RI ??? mungkin kalo TIDAK dibebaskan sekarang papua itu masih jadi jajahan atau wilayah seberang lautannya belanda kali. macam alaska, (salah satu negara bagian AS yang wilayahnya bertetangga dengan kanada itu)
jadi intinya
saya akan tanyakan pada mereka, siapkah mereka dengan adanya kemerdekaan begitu??? merdeka itu soal mudah, tapi masalah selanjutnya bagaimana??? apa mereka mampu hidup dan mandiri??? jangan2 nanti setelah merdeka, malah merepotkan RI juga seperti timor Leste itu
saya hanya utarakan pendapat, tidak ada maksud menyinggung siapapun jadi mohon maaf
kalo saya mah netral aja… antara setuju ma tidak..
ga stuju kan kita NKRI
tp klau sampe Papua yg mrdeka aku bakal tinggal dimana, masa pulang kampung ke Jawa jaoh!
Pkoknye jgn smpe kejadian lagi!!
aminnnn…….
Yaw have fun!!
Tidak setuju
kemerdekan merupakan hak setiap manusia, tapi kemerdekaan yang mereka inginkan merupakan pemisahan dari kesatuan negara indonesia, bagaimanapun juga kemerdekaa yang mereka inginkan merupakan bentuk dari pemberontakan
baik itu